Jujur aja, jangan salah paham. Menjadi laki-laki biasa di dunia yang serba pamer ini ternyata melelahkan. Karena penuh kebisingan dari orang-orang yang haus validasi. Tapi, cuma kamu yang bikin aku merasa, nggak harus jadi siapa-siapa.
Katamu, cukup jadi diri sendiri aja.
Ada kalanya hujan turun, dan itu satu-satunya hal yang membuatku tetap waras. Bau tanah basah dan suara rintik hujan seolah menjadi parfum paling jujur di dunia. Dia nggak butuh kemasan mewah atau iklan mahal untuk meyakinkan kalau semuanya akan baik-baik saja.
Hidup ini kadang terasa berlebihan, apalagi kalau kita mulai mengejar hal-hal yang sebenarnya nggak penting. Tapi di tengah kekacauan itu, kamu selalu datang menenangkan, menyelamatkan hari.
Aku sering bertanya-tanya, di mana lagi aku bisa menemukan sosok sepertimu kalau kamu pergi? Sepertinya dunia di luar sana udah nggak peduli lagi dengan ketulusan yang pelan. Terlalu berat buat laki-laki biasa sepertiku untuk bertahan sendirian tanpa ada jangkar yang menahan agar tidak hanyut.
Karena buatku, Kamu adalah interupsi paling indah di tengah dunia yang sedang buru-buru.

Komentar
Posting Komentar